Sabtu, 26 November 2011

SAJAK AIR MATA


oleh: Thoriq

Sebentar lagi
Akan ada yang terbakar
Lebih hebat dari api sebelumnya
Semuanya akan hangus
Oleh berita

Ku cari air tuk memadamkan
Tapi tak ada air yang mampu
Atau, ada air yang bisa memadamkan
Namun aku yang tak mampu mengambil air itu

Aku malu bersujud
Tapi aku takut tidak bersujud
Cuma air mata yg memperlambat

Biarkan api dan waktu bergelut
Entah siapa pemenangnnya
Pasti semua sudah hangus
Dilalap api dan waktu
Tinggal abu yang menjadi buah kenangan trauma

Aku tak mengharapkan ini
Tapi semua akan terjadi
Aku ingin menghindar
namun,ia selalu mengejar


jogja 17 oktober 2011





MUTLAK HINA


oleh : Thoriq

Tatapan langit malam ini begitu tajam
Merah seperti darah

Orang terlahir dari kumpulan serigala
Selalu dianggap pendusta

Baikpun tak ada artinya
Bukan karena dia
Itulah tuntutan pada hakekatnya

Apakah kalian percaya,
pada pertolongan serigala?

Membusuklah kalian semua
bersama pikiranmu yang kau anggap suci itu!


Jogja, 16 november 2011

Lilin Kecil

oleh : Thoriq

Sayap yang dirajud hampir 1/20 abad lamanya
Terseset oleh kata
Putuslah benang utama

Matahari kian ragu
Namun, aku percaya pada lilin kecil
Yang menerangi gelap gulitanya kebimbangan

Wahai lentera harapan
Jangan kau padam
Atas nama hati yang telah kerut
Kaulah yang kami harapkan

Terhibur lilin kecil
Oleh . . .
Senyum gadis kecil jalanan
Begitu manis
Malu untuk mengintipnya

Lilin kecil
Sedikit hujan mengganggumu
Akankah berubah jalang
Senyum gadis jalanan

Dia tidak seperti dia
Gadis muram dan
Gadis jalanan
Tidak berani banding
Sebab . . .
Dia adalah dia
Dia adalah dia
Dan dia bukan dia

Lilin kecil
Punyakah kau umur?
Kata setia
Tanpa janjiku waktu
Tak semanis senyum gadis jalanan
Yang tersakiti tanpa dia tau


Jogja, 21 novenber 2011

BAYI


 oleh : Thoriq

Adik bayi yang unyu-unyu
Papa-mamamu gembira atas kelahiranmu
Mereka menangis atau tertawa
Apakah kau anugrah?

Mama, begitu besar cintamu
Sehingga melupakan malu
Engkau yang dulu pemalu
Sekarang kau buka kancing bajumu kemana-mana
Memamerkan susumu

Mama, jangan over
Kau tak tahu apa yang kelak kau dapat dari anak itu
Kau membuat papa cemburu
Bertahun-tahun berjuang untuk menjamahmu
Sekejap direbut orang baru

Dasar adik bayi!
Mama yang dengan tulus merelakan putingnya kau gigit sampai berdarah
Malah kau balas
Dengan penismu yang berdiri
Apa adik bayi nafsu?
Memegang payudara mama

Papa, lihat!
Baru tadi lahir
Adik bayi sudah ejakulasidini
Malah sudah memerkosa mama



Jogja 10 novenber 2011