Jumat, 25 November 2011

Daun-daun pohon



oleh: Muhmmad Arif Wibowo

Daun-daun pohon yang jatuh meninggalkan temannya
Membuat tumpukkan baru pada tempat yang tak menentu
Angin-angin bagaikan sapu yang membersihkan daun-daun yang gugur kaku
Aku melihatnya dengan terpana di sebuah sudut ukiran kayu

Daun-daun pohon yang jatuh meninggalkan temannya
Menghabiskan watu lama untuk jatuh di tempat terindahnya
Melambai, meliuk, memutar dan berayun bagaikan di timang oleh waktu
Aku melihatnya dengan terharu kejadian itu

Daun-daun pohon yang jatuh meninggalkan temannya
Membuat ranting menangis dan dahan tersedu-sedu
Membuat tangan ini terpisah oleh jarak dan waktu
Kau berhamburan jatuh, bagaikan pasir yang di debur angin
Aku melihatmu tertahan dalam deburan sukma
Yang menggulung-gulung menderu merdu

Kau bergerak searah seperti mengikuti  satu perintah
Mereka melihatmu indah, menderu syahdu dan menyejukkan qolbu
Mereka juga melihatmu seperti sampah yang teronggok dengan tumpukkan sampah-sampah
Karna kau hanyalah daun yang gugur pasrah

Kau harus mampu melawan perintah
Dan simpan kenanganmu menjadi sejarah
Banyak saudaramu yang terpapah
Mengikuti langkah tanpa arah.
                                                                                               

UNY, 15/11/2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar