oleh: Thoriq
Sebentar lagi
Akan ada yang terbakar
Lebih hebat dari api sebelumnya
Semuanya akan hangus
Oleh berita
Ku cari air tuk memadamkan
Tapi tak ada air yang mampu
Atau, ada air yang bisa memadamkan
Namun aku yang tak mampu mengambil air itu
Aku malu bersujud
Tapi aku takut tidak bersujud
Cuma air mata yg memperlambat
Biarkan api dan waktu bergelut
Entah siapa pemenangnnya
Pasti semua sudah hangus
Dilalap api dan waktu
Tinggal abu yang menjadi buah kenangan trauma
Aku tak mengharapkan ini
Tapi semua akan terjadi
Aku ingin menghindar
namun,ia selalu mengejar
jogja 17 oktober 2011
Mimpiku tak pernah mati..
BalasHapusTak mati terbakar api..
Api rinduku padamu pujaan hati..
Hati yang selalu dipenuhi mimpi..
Mimpi-mimpi penuh imajinasi..
Imajinasi padamu memenuhi hari..
Hari demi bulan..
Bulan demi tahun..
Tahun demi abad..
Abad demi waktu..
Waktuku tak punya batas..
Batas hidupku bukan batas cintaku..
Cintaku padamu nan abadi..
Seperti abadinya surga sang ilahi..
Ilahi Robi sang pemberi rizki..
Rizki hati rizki abadi..
Abadi di taman hati pujaan hati..
Hati…
Hati…
Hati…
Hatimu hartaku..
Hartaku cintamu..
Cintamu nafasku..
Nafasku mimpimu..
Mimpimu mimpiku..
Hidup selalu dipenuhi oleh bayang-bayang keraguan
Terkadang hidup seseorang berada di atas
Dan terkadang pula berada di bawah
Mungkin orang tak akan tahu
Apa yang sedang ku pikirkan
Yang kupikirkan hanyalah sebuah angan-angan
Yang tak akan pernah tersampaikan
Mungkin bibir ini bisa tersenyum lebar
Namun hati ini tak bisa tersenyum lebar
Perkataan yang ku lontarkan, mungkin bisa membuat orang lain terhibur
Tetapi tak bisa menghibur hatiku yang pilu
Ku ingin hati ini tersenyum kembali seperti dulu
Ada bayang yang mengusik hari
Ada jiwa yang memanggil sunyi
Ada hati yang bertaut mimpi
Ada..diri meringkuk sunyi
Namun tiada asa yang terpatri
Indah yg dulu pernah kau tawarkan
kini berevolusi menjadi mimpi buruk
Sesal tiada lagi kan berarti
Air mata darah pun takkan mampu merubah segalanya
entah..apa lagi yg mampu ku rangkai
kata..tak bisa ku jadikan kalimat
kalimat tak mampu ku jadikan puisi
segalanya hancur..
imajinasi tlah enggan bersmayam dlm keheningan
yg dengan susah payah ku ciptakan
Biar,ku telusur sepi merangkai mimpi
Berharap jiwa baru kan terlahir di tahun baru.
Tuhan…
kuingin merasakan sedikit damai di jiwa
telah kulalui banyak cobaanmu
aku ingin menikmati sisa hidupku
dengan tanpa beban
dengar aku Tuhan..
aku di sini, masih menyebut namaMu
inilah hamba Mu yang merindu damba
jangan tinggalkan aku
Tuhan….
adakah kerinduanku engkau tahu
ada sedih menggelayuti bathinku
kuharap kau pun tahu
karena engkaulah Maha
mengetahui segala isi hati.
Tuhan lihat aku..
aku datang menyeruMu
hanya meminta sedikit ketenangan
dalam jiwa yang rentan akan problema…
SUMBER http://www.facebook.com/notes/geo-si-pangeran-kertas/balada-nurani/182637925171369